Seperti yang kita tahu, nama
besar Blackberry beberapa tahun lalu
yang marak dikonsumsi para penikmat perangkat telekomunikasi.Handpone yang
lahir dengan membawa perubahan baru dalam dunia komunikasi.
Terlahir dengan aplikasi
messengernya yang begitu familiar hingga kini, yaitu Blackberry Messenger (BBM). Tak hanya unggul dengan aplikasi BBM,
juga beberapa fitur baru seperti push
e-mail dan Blacberry pun dijalankan dengan melalui jaringan yang mempunyai
ciri khas unik dengan memasukkan nomor identitas atau pin pada setiap ponsel
Blackberry.
Seiring berjalannya waktu
dan kemajuan tekhnologi yang makin hari makin menjamur, Blacberry kini mulai
kehilangan popularitasnya. Tergantikan dengan hadirnya handpone bertitel
smartphone yang berbasis “Android”. Ya, karena Android tak hanya mampu
menjalankan aplikasi BBM nya dari Blackberry, tapi juga sanggup menjalankan
aplikasi tambahan messenger lainnya dan juga beberapa aplikasi pendukung
kinerja smartphone.
Dan kini Blackberry mencoba untuk
menorehkan kembali popularitasnya yang dulu pernah di raih, dengan menelurkan
produk baru handpone Blackberry berbasis Android. Produk itu diberi nama “Blackberry
Priv” atau “Blackberry Venice”.
Produk terbaru Blackberry
ini bertitel phablet, dibekali system operasi Android Lollipop, kamera dengan
beresolusi tinggi, layar cukup lebar dan resolusinya mampu menciptakan layar
yang sangat padat. Juga dibekali layar capacitive touchscreen yang mampu
menciptakan 16 juta warna dan dilengkapi dengan pelindung layar Corning Gorilla
Glass 4 serta didukung dengan teknologi BB10 OS interface juga Curve edge
screen.
Ditambah dengan chipset
Qualcomm MSM8992 Snapdragon 80, ditenagai prosesor bertenaga Hexacore 1,8 GHz,
RAM sebesar 3 GB, memori internal 32 GB untuk eksternal up to 128 GB, membuat
Phablet Blackberry ini bisa dikatakan juara.
Kemungkinan karena mempunyai
spesifikasi yang begitu ciamik, entah karena segi lain juga, untuk menjaga
keamanan produk sekelas Blackberry Priv ini sang pencipta produk pun angkat
bicara tentang sebuah aktivitas yang dinamakan “Rooting”.
Dewasa ini, aktivitas rooting pada
perangkat Android marak dilakukan oleh pengguna untuk mengoptimalisasi gadget
mereka. Tetapi ternyata tidak semua smartphone bebas dengan aktivitas rooting,
salah satu smartphone yang dilarang keras untuk diroot adalah BlackBerry
Priv. Secara langsung, BlackBerry menyarankan para pengguna Priv untuk
tidak melakukan aktivitas rooting jika tak ingin kena imbasnya.
Imbas yang dimaksud adalah sistem
keamanan yang bakal lebih mudah dibobol untuk setiap BlackBerry Priv yang
telah diroot. Hal ini disampaikan langsung oleh pihak Blackberry dalam
tulisan di blog resminya. Menurut Alex Manea, Director of BlackBerry
Security, menuliskan jika BlackBerry Priv yang diroot bisa menimbulkan
resiko fatal.
Meskipun sebenarnya perangkat
Android sudah wajar dikaitkan dengan aktivitas rooting. Sebab mayoritas
pengguna ingin memiliki kendali yang maksimal pada perangkat milik mereka.
Dengan melakukan rooting, pengguna bahkan bisa mengakses bagian terdalam dari
sebuah perangkat Android milik mereka. Sayangnya banyak yang belum paham, untuk
BlackBerry Priv hal ini beresiko bisa mengundang peretas untuk memasukkan
program jahat.
Maena sendiri juga mengerti mengapa
pengguna melakukan rooting pada perangkatnya dan paham alasannya. Namun di sisi
lain, Maena mengatakan jika proses rooting sebenarnya bisa menimbulkan masalah
mulai dari stabilitas sistem, hilangnya garansi, dan yang paling menonjol
adalah celah keamanan yang terbuka lebar.
“Rooting merupakan risiko besar
untuk privacy dan keamanan bagi platform; sebuah perangkat yang sudah di-root
membuatnya rentan bagi malware dan banyak perusahaan yang menolak perangkat
tersebut di jaringannya,” tulis Manea, dikutip dari KompasTekno, hari Kamis
(4/2).
Bahkan BlackBerry sendiri sudah
mengambil kebijakan untuk mencegah penggunanya melakukan proses rooting pada
Priv dengan startegi pengamanan berupa, saat boot-up maka sistem secara
otomatis akan melakukan proses checking kernel. Selain itu sistem juga akan
mengecek perubahan yang dibuat di policy SELinux serta mengontrol perizinan
aplikasi.
Diharamkannya proses rooting pada
Priv, merupakan wujud komitmen dari BlackBerry yang ingin membuat perangkat
Android dengan tingkat keamanan tinggi layaknya perangkat OS BlackBerry
yang dinilai untuk urusan keamanan, memang paling mumpuni.
So, boleh saja kita berambisi untuk
meningkatkan kinerja ponsel kita dengan berbagai aplikasi dan aktivitas dengan
cara root. Tapi kita juga harus mengenal lebih dekat bagaimana kelebihan dan
kekurangan telepon genggam yang kita gunakan layaknya kita mengenal diri kita
sendiri!
ENJOY!!!